Uncategorized

Selamat Jalan Andriani Dewi

Pada tanggal 19 Mei 2017, perasaanku pagi itu sepertinya enggak enak. Hari itu aku tugas ke Kebun Raya Bogor, Happy banget ketemu teman-teman jarang buka HP. Ternyata ada panggilan tak terjawab dari Ade Riska. Aku pikir palingan hal yang enggak penting, kalo penting pasti akan kirim pesan. Keesokan Paginya, Ade Riska Telp lagi. Teh, Dewi meninggal? Ade bilang apa, Dewi siapa?. Riezka kembali menegaskan “Andriani Dewi Teteh!” aku langsung lemas, Pada tanggal 30 April aku dan Nenk Dewi masih WAan dan kita punya resolusi habis lebaran ingin lebih cantik dan yang pasti lebih sehat. Dewi selalu aku panggil Nenk Dewi (Panggilan sayang untuk orang sunda). Mendengar itu aku langsung menanggis, Kayak mimpi kita tidak akan ketemu lagi. Nenk Dewi merupakan tetanggaku di Pabaton Indah Bogor, Nenk Dewi aku anggap seperti adikku. Nenk Dewi cantik banget, badannya tinggi dan berkulit putih dan hatinya seindah bentuk fisiknya. Kalo ngobrol dengan Nenk Dewi enggak pernah bosen, kita bisa berjam2 ngerumpi. Ngerumpi Makeup, Bisnis dan hal-hal yang enggak penting. Hati Nenk Dewi begitu baik enggak ada persaan iri terhadap orang lain sifatnya sangat penyayang. Kata-Kata Terakhir di saat aku sakit.

“Dedikasi boleh, tapi kita harus tau kapasitas diri kita”

Selamat jalan Nenk Dewi sayang, banyak hal yang kau ajarkan pada teteh. Tidak pernah iri, pekerja keras dan yang pasti begitu sayang ama keluarga. Banyak kenangan yang telah kita lewatkan, Sampe ketemu lagi sayang. Love U So Much…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s