Uncategorized

Untung ada kalian

Minggu ini buatku agak berat, karena aku menyesal dengan sikapku pada seseorang yang udah baik banget sama aku. Orang pada kaget, aku bisa seemosinal itu, cukup sekali dan itu pelajaran berharga buat aku. Hari itu aku sedih sekali seakan semua orang menghakimi aku dan bilang aku salah, aku butuh tempat untuk menumpahkan semuanya. Saat aku lagi bicara serius dengan yang aku anggap sahabat dan tiba2 orang gila datang wkwkwkkw (panggilan untuk si Buki) malah ngajakin bercanda dan membuat aku ketawa2, padahal tadinya aku pengin nanggis dan bicara serius. Langsung aku tertawa mendengar celotehnya, sambil melihat kaca aku amati wajahku terlihat sedih atau tidak. (“Mbak enggak usah ngaca, masih tetap cantik kok” ” Gw lempar ya Ki”. Aku kurang suka kalo dipuji oleh teman sendiri) hari itu aku tertawa, ternyata aku butuh teman yang memandang segala hal dengan sederhana enggak pake ribet. Memang aku akui, aku sedikit ribet dan kaku. Terus mulai si Nana dan Buki ngomong yang enggak jelas, akhirnya aku tinggalkan mereka berdua. Karena saat itu aku lagi enggak pengin di bully oleh mereka. “Mba, Lu mau Kemana” aku langsung pergi. Aku langsung wa Nana “Mulai sekarang, aku udah enggak mau curhat dengan kalian” enggak berapa lama ada balasan WA dari Nana “Mba, bsk kita ngomong serius ya. gw kasih nasehat yang serius” Besok paginya aku keruangan Nana “Mba, jadi gini?” “Nana, gw udah move on dan enggak mau ngebahas yang kemarin” enggak berapa lama pintu kebuka “selamat Pagi semua” aku berbisik “Na, enggak mungkinkan kita bicara serius”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s