Nisfia's Blog

"Never give up, fix mistakes, and keep stepping."

Pengaruh Transportasi Terhadap Perubahan Iklim

PENGARUH TANSPORTASI TERHADAP

PERUBAHAN IKLIM

 

Perubahan Iklim merupakan dampak dari pemanasan global, pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca terutama karbondioksida CO2 dan metana CH4 Menurut IPCC Gas karbondioksida terjadi akibat bahan bakar fosil dengan tujuan menghasilkan energi.  Umat manusia sangat tergantung dengan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil dapat berupa minyak bumi dan batubara akan memicu bertambahnya gas CO2.

Dapat dilihat tabel I Indonesia menduduki urutan ke 14 sebagai salah satu negara penyumbang terbesar emisi CO2 yaitu sebesar 378 juta metrik ton gas CO2 (sumber: detik.com).

Negara

Sumbangan emisi CO2 (metrik ton

%

Dunia

27.245.758

100

1

Amerika Serikat

6.049.435

22,2

2

China

5.010.170

18,4

Uni Eropa

3.115.125

11,4

3

Rusia

1.524.993

5,6

4

India

1.342.962

4,9

5

Jepang

1.257.963

4,6

6

Jerman

808.767

3,0

7

Kanada

639.403

2,3

8

Inggris

587.261

2,2

9

Korea Selatan

465.643

1,7

10

Italia

449.948

1,7

11

Meksiko

438.022

1,6

12

Afrika Selatan

437.032

1,6

13

Iran

433.571

1,6

14

Indonesia

378.250

1,4

15

Prancis

373.693

1,4

Tabel 1

(sumber: detik .com)

Jakarta adalah Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis yang jumlah penduduknya 9.588.198 jiwa (tahun 2010, sumber Wikipedia). Jumlah penduduk kota Jakarta siang dan malam hari berbeda, siang hari lebih banyak di sebabkan oleh para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor. Masalah utama DKI Jakarta yaitu kemacetan. Kemacetan juga disebabkan oleh para pelaju yang bekerja di Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang dan Bogor. Gambar 2 menggambarkan kemacetan yang terjadi setiap harinya di Jakarta.

Gambar 1

(sumber: google.com)

Puji seorang mahasiswa ITB melakukan penelitian  pada tahun 2009 dan kota Jakarta menjadi objek penelitiannya, penelitiannya mengenai penyumbang terbesar CO2 dan CH4  berdasarkan jenis kendaraan dan  lokasi. Hasil dari penelitiannya yaitu penyumbang emisi CH4 dan CO2 terbesar yaitu sepeda motor sebesar 86,95 persen untuk CH4 dan 28,08 persen untuk CO2. Puji juga meneliti tingkat emisi berdasarkan lokasi, dia membagi Jakarta berdasarkan grid. Wilayah dengan kemacetan terparah menyumbang CO2 dan CH4 tertinggi. Hasilnya ternyata kemacetan berada di kawasan Senen dan Segitiga Emas, yaitu Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman-M.H. Thamrin, dan Jalan Rasuna Said. Menurut Ilmuwan perubahan iklim akan berdampak pada cuaca, tinggi permukaan air laut, pertanian dan kesehatan bagi manusia.

  • Cuaca: Iklim menjadi tidak stabil, musim hujan akan sangat basah dan musim kemarau akan sangat kering. Lihat gambar dimana kondisi tanah yang menjadi sangat kering.
  • Naiknya permukaan air laut: Hasil Penelitian ITB tahun 2007 bahwa permukaan air laut teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm, maka diperkirakan tahun 2050 daerah seperti Kosambi, Penjaringan, dan celincing dan Bekasi seperti Muaragembang, babelan dan Tarumajaya akan terendam.

Menurut Prof Dr Emil Salim diperkirakan 20 persen pulau di Indonesia akan tenggelam pada musim angin barat. Naiknya permukaan air laut tiap tahun 0,5 cm dan pada tahun 2030 akan menjadi 15 cm.

  • Pertanian; Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. Akan terjadi kelaparan yang disebabkan oleh gagal panen dan harga kebutuhan sehari-hari akan melonjak naik karena permintaan lebih banyak dibandingkan dengan barang yang tersedia di pasaran. Contoh: harga cabe, beras, buah-buahan.
  • Kesehatan:. Perubahan iklim  yang secara ekstrim akan menimbulkan bencana alam, lihat gambar 5 timbulnya bencana alam seperti banjir akan menyebabkan timbulnya penyakit seperti diare, malnutrisi, penyakit kulit dan trauma pisikologis. Pengeseran ekosistem akan menimbulkan penyakit demam berdarah, ditambah dengan polusi udara disebaakan oleh emisi gas pabrik akan menimbulkan penyakit asma, alergi, penyakit jantung dan paru kronis.

Ada beberapa cara  yang dapat masyarakat lakukan untuk mengurangi emisi CO2 yaitu:

  • Menggunakan Transportas publik dan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.
  • Dalam jarak yang dekat usahakan berjalan kaki.

Menurut Agus ada 3 cara mengurangi emisi Gas Rumah Kaca di sektor Transportasi  yaitu:

  1. Mengurangi emisi perkilometer seperti menggunakan mobil hybrid dan pembangunan infrastruktur.
  2. Mengurangi emisi per unit transportasi seperti menggunakan alat transportasi masal seperti Kereta dan Bus.
  3. Mengurangi jumlah perjalanan yaitu dengan membuat jarak antara kantor dengan tempat tinggal menjadi lebih dekat.

Maka dari itu pemerintah perlu memperbaiki kualitas manajemen  transportasi publik. Menurut Bank Dunia, Singapura termasuk salah satu negara transportasi terbaik di dunia sumber:detik.com. Singapura memiliki manajemen transportasi publik yang baik, dimana penggunanya dapat merasakan kenyamanan.

Transportasi publik baiknya di kelola oleh pemerintah dan swasta, semua perusahaan swasta memiliki tanggung jawab sosial perusahaan yang biasa kita kenal dengan CSR (Corporate Sosial Responsibility). Karena CSR merupakan komitmen yang berkelanjutan untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dari masyarakat luas.

« Private: ARTIKEL (Let’s Go green and Stop Global Warming)


3 responses to “Pengaruh Transportasi Terhadap Perubahan Iklim

  1. rhajib says:

    wao ..
    keren bgt artikelnya bu ..
    pantes ja dpet juara 3 se nasional ..
    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: