Sejarah Entrepreneurship

Entrepreneurship  di awali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt. Kemudian diikuti penemuan-penemuan lainnya oleh Isaac Newton (Teropong Bintang), Macroni (radio), Graham Bell (Telephone), Thomas Alfa Edison (Lampu). Kewirausahaan pada zaman dahulu disebut risk taker (Pengambil Resiko).  Kewirausahaan di motori oleh:

a. Keinginan bertahan hidup (survival)

b. Berpikir kreatif untuk maju (creative thinking)

c. Berpikir untuk sesuatu yang lebih baik (improvement)

d. Berpikir Visioner menemukan sesuatu yang baru dan berbeda

Perbedaan kewirausahaan pada zaman dahulu terletak pada konsep produksinya berbasis produksi dan penjualan.

Kewirausahaan pada Abad 21 pada abad ini, kewirausahaan sudah lebih dari sekedar mengorganisasi karena bisa terdiri dari pencipta (creator), pemodal (inventor), dan pelaku inovasi. Pada zaman ini, yang menjadi tulang punggung kesuksesan dari sebuah bisnis adalah kreativitas seorang wirausahawan itu sendiri.

Kewirausahaan sendiri berasal dari kata wira dan usaha. Menurut segi etimologi, wira artinya pejuang, pahlawan, manusai unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar dan bewatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan berbuat sesuatu.

Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukan jiwa seorang wirausaha yang soft skill artinya ada ketekunan, berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa.

Pengertian kewirausahaan menurut beberapa tokoh :

  1. Richard Cantilon (1973)
    Kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self emplyment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana sesorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
  2. Harvey Leibenstein (1968,1979)
    Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya,
  3. Robin (1996)
    Kewirausahaan adalah suatu proses sesorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.
  4.  Enterpreneurship Center at Miami University of Ohio
    Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menajalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah pencipataan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko dan ketidakpastian
  5.  Inpres No. 4 Tahun 1995 tentang GNMMK yaitu Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan
  6. Sedangkan istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru, menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.
  7. Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J.B Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkansumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.

Kewirausahaan adalah sikap, semangat, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

Sedangkan pengertian wirausaha menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  1. Menurut pandangan seorang Businessman Wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atu juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak kerjasama.
  2. Menurut pandangan seorang Ekonom Wirausaha adalah seorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal dan skilluntuk tujuan berproduksi.
  3. Menurut pandangan seorang Psikologi Wirausaha adalah seorang yang memiliki tujuan, suka mengadakan eksperimen atau menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
  4. Menurut pandangan seorang Pemodal Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyrakat.
  5. Menurut Gede Prama. SWP. 09/XI/1966 Wirausaha adalah orang-orang yang berani memaksa dirinya untuk menjadi pelayan bagi orang lain

Robbert Kiyosaky menjelaskan Teori Cash Flow Quadran membagi menusia dalam empat  kuadran, yaitu dua dikuadran kiri dan dikuadran kanan

a. Kuadran Kiri

E= Employee/Pegawai tetap seperti PNS, Karyawan, Buruh

S=Self-employed (pekerja lepas): Artis, Dokter, Pengacara, Notaris

b. Kuadran Kanan

B= Business Owner (Independen Business Owner/IBO = pemilik bisnis)

I= Investor (Penanam Modal)

Kalian di Posisi yang Mana? Kuadran Kiri atau Kuadran Kanan?

Untuk beralih dari Kuadran Kiri ke Kuadran Kanan sangat sulit, Butuh perjuangan yang ekstra keras. Kalo kita pindah ke Kuadran Kanan, kita memikul lebih banyak tanggung jawab contohnya banyak orang mata pencahariannya berada ditangan kita. Kalo kita suka tantangan menjadi Entrepreneur membuat hidup lebih bergairah, karena dengan jadi Entrepreneur kita harus terus dinamis karena kalo tidak kita bakal kegilas.

Cash Flow Quadran berasal dari kata “Cash Flow” = arus uang. “Quadran” adalah posisi kiri atau kanan atau letak. Cashflow quadran menggambarkan posisi arus kas seseorang yang berada disisi sebelah kiri dan kuadran. Cash flow Quadran adalah salah satu metode dari mana penghasilan atau uang diperoleh. Misalnya orang yang berada dikuadran kiri “E” (Pegawai dan Pekerja) adalah orang-orang mendapatkan uang dengan bekerja pada orang lain baik pemerintah maupun perusahaan. Sedangkan orang yang berada dikuadran kanan adalah orang yang memiliki sistem dan orang lain lah yang bekerja untuk dia. Mereka yang dikuadran kanan ini memiliki kebebasan financial dan kebebasan waktu untuk menikmati hidup. (Rina Kartika dkk : 2016)