Nisfia's Blog

"Never give up, fix mistakes, and keep stepping."

Sahabat

Masih ingat jelas kala itu usiaku 8 tahun aku berkenalan dengan cowok kulitnya begitu putih dengan mata sipit seperti cowok di komik2 jepang, kami bermain catur bersama2 dan aku kalah sampe dirumah aku cemberut. Seperti biasa aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki cowok itu memperhatikanku dari kejauhan. ketika kelas enam SD aku les matematika, ketemu dia lagi akhirnya kami berdua akrab. Dulu belum ada yang namanya HP,  Ketika SMP dia begitu Intens Nelp. Aku berpikir positif aja, aku butuh teman, Kami sering jalan dan lari Pagi. Persahabatan kami baik-baik aja, sampe pada akhirnya dia mengantarku untuk ujian masuk Universitas di perjalanan tingkahnya begitu aneh. Dia menyatakan cintanya kepadaku dan tidak aku jawab, aku hanya diam. setelah beberapa minggu, dia menelp agar aku melupakan kata-katanya. semua kembali seperti biasa setiap aku ada masalah dia selalu jadi tempat curhat, kita sering makan dan nonton itu juga bayar masing2. Kala aku sedih dan merasa kesepian, aku telp atau sms dia dengan semangat dia datang mengajakku jalan2 atau sekedar ngobrol. Pernah suatu hari aku naik kereta, saat itu kereta masih ekonomi dan menggunakan masker dia tau aja itu aku dan menarik tanganku untuk melindungi aku. Lari pagi di gelangan itulah yang sering kami lakukan, walaupun saat itu kami belum mandi dan begitu apa adanya persahabatan kami. dia selalu menjadi pelarianku di saat sedih dan butuh tempat untuk berbagi, dengannya aku bisa tertawa. Kadang-kadang kami janjian distasiun untuk berangkat kuliah sama2, waktu itu teman S2nya tanya”itu siapa, pacarmu ya?” “masa, kita disangka pacaran” “mana mau aku sama cowok jelek kayak kamu” kalo aku bilang gitu, dia langsung diam. sampe pada akhirnya Tahun 2005, dia mengajak aku menikah. Aku ingin menjadi Imam untukmu, aku ingin punya banyak anak darimu dan aku tidak mau tahu tentang masa lalumu, disitu aku terdiam. Andai lu tau, perjuangan gw untuk mencoba jatuh cinta sama lu, tapi semua gagal. Karena buatku kau adalah sahabat terbaik, walaupun kau selalu menganggap aku jahat hanya memanfaatkanmu di saat aku butuh, Kata-kata terakhir kamu untuk aku.  Setelah itu kita masing-masing dan tidak pernah bicara lagi walaupun bertemu kita hanya diam. Sampai kapanpun kamu sahabat terbaikku dan tidak ada yang pernah menggantikannya. Makasih 15 tahun telah menjadi sahabat terbaiku, terimakasih untuk semua kenangan indah yang tidak mungkin terhapus di memoriku.

« My World

%d bloggers like this: