Riview Buku

Seni berbenah, buku ini sangat bermanfaat sekali.. Awalnya aku penasaran , masa sih berbenah ada seninya.. Setelah membaca ternyata banyak hal positif yang bisa aku dapat, setelah membaca buku ini. Langsung aku praktekin dirumah dan dikantor, kata Luqman “Mba Fia, kita lihat kerapihan ini akan berapa lama?” Berteman udah 7 tahun dia hapal bgt ama sikapku.  Untuk rumah, aku tergolong rapih karena enggak banyak barang. Setelah aku menikah, aku bebas mengaplikasikan yang ada dipikiranku. Tapi masalahnya aku hobi banget beli kosmetik, tas dan sepatu padahal sebenarnya enggak butuh dari buku ini aku belajar apa yang kita beli sesuai kebutuhan. Belajar mengikhlaskan itu memang sulit, sebenarnya barang2 ditaruh juga enggak ada manfaatnya hanya jadi sampah lebih baik digunakan oleh orang yang membutuhkannya. Tas, sepatu dan makeup yang enggak aku pake, aku kasih ke orang. Ternyata di pake sama orang, barang itu lebih bercahaya dan terlihat berharga karena mereka memperlakukannya dengan baik.

Quote Favouriteku

“keterikatan pada masa lalu dan atau kekhawatiran akan masa depan”

Terkadang memang sulit untuk mengikhlaskan masa lalu, padahal kita hidup bukan dimasa lalu tapi di masa sekarang. Masa sekarang ini karunia Allah yang harus kita jalani sebaik-baiknya.

“Curahkan waktu dan antusiasme anda untuk hal-hal yang paling menggembirakan anda, yang menjadi misi anda dalam hidup ini”

Rumah saya buat senyaman mungkin, sedikit sekali perabot rumah tangga.. Didalam rumah, saya isi barang2 yang saya suka dan bikin saya bahagia. Suami  akhirnya meyukai apa yang saya suka.. Lukisan dan souvenir dari berbagai negara, awalnya oleh-oleh dari teman saya. Semenjak itu souvenir seakan melambangkan mimpi2ku, karena aku percaya apa yang aku lihat itu yang akan terjadi entah kapan kita sebagai manusia hanya bisa berusaha..

Buku ini sangat bagus dan menginspirasi..

20170209_0830381.jpg